College Talk III: Kangen SMA

00.28




Jadi hari ini aku bangun. Lalu ngampus seperti biasa. Aku ngerasa aneh waktu aku duduk sambil nungggu dosen kalkulus datang.  Tiba-tiba kangen SMA. Aneh banget, aku ngerasa asing sama suasana kelas yang bangku nya nggak kayu lagi. Dan nggak ada yang ngelakuin hal-hal aneh semisal coret coret random di papan tulis. Aku pun nggak ngerti kenapa tiba-tiba kayak gitu. Itu tiba-tiba aja muncul.

Aku bukan termasuk siswa yang betah di SMA, malah aku ingin cepet-cepet keluar karena menurutku SMA itu nggak asik. Dan setelah sampai di dunia kuliah aku ingin menarik kata kata tersebut. Nyebelin banget wkwkkw.

Disisi lain aku senang karena masa depan dan cita-cita aku semakin dekat. Di sisi lain banyak yang aku khawatirkan. Dan aku rasanya mau lari!

Di kampus, aku menemukan orang dengan karakter yang lebih beragam dari pada waktu aku di SMA. Padahal kita ada di jurusan yang sama. Aku kira kami nggak akan se heterogen ini. Tapi, sebagai orang (yang mau) dewasa, aku mencoba memakluminya. Dan juga ngalah.




Dan selama nungguin dosen kalkulus (dan juga di waktu lainnya) Hal ini lah yang aku pikirkan:

Ngalah itu penting

Dulu waktu SMA. Aku pernah ribut dengan teman sekelompokku. Dia laki-laki. Dia bilang dia nggak akan sekolah di saat kita mau ngerjain tugas yang maha penting. Aku panik banget saking paniknya becandaan dia aku kira serius dan aku maraaah banget. Pada akhirnya karena ke tidak dewasaanku itu kami punya hubungan yang nggak baik. Sampai sekarang. Aku sudah minta maaf. Aku sudah nggak peduli siapayang benar atau salah. Aku Cuma bisa berdoa semoga aku dimaafin. Jadi aku sekarang mencoba menjauhi konflik. Percayalah, mencari keributan,marah-marah, dan menganggap sesuatu terlalu serius itu nggak membuat semuanya jadi baik. Ngak juga sih, nggak harus percaya juga. Karena itu yang benar menurut aku.



Ini bukan pylox. Warnanya hilang denganmudah dengan ditepuk-tepuk. Dan baju nya kita pai lagi untuk sekolah sepeti biasa. 




Tenang

Pernah nggak, kalian suatu hari membuka chat saat bangn tidur atau setelah cukup lama nggak pegang gadget. Tau-tau grup udah ramai dan sibuk ngomongin tugas yang nggak kita tahu? Ini adalah hal yang disturbing banget buat sayah :’). Aku sangat nggak suka keributan seperti itu. Awalnya aku ikut-ikutan uring-uringan juga dengan kabar semacam itu dan informasi-informasi mengagetkan yang muncul dari grup. Tapi, perasaan risau dan nggak tenang tuh bukan perasaan yang tepat disaat kayak begitu.

Suatu hari aku mikir. Karena lama-lama aku capek dibikin rusuh sama hal-hal kayak begitu. Setelah aku mikir. Aku menyimpulkan. Harusnya kita tuh mengerjkannya dengan tenang, pikirkan apa yang harus dikerjakan. Bukan terbawa suasana dan menjadi ribut. Toh semuanya akan selesai dan berhasil kita lalui. Di SMA kita juga pernah melalui hal yang sama. Contohnya, tugas yang kita lupakan tau-tau besok dikumpulin. Pada akhirnya kita berhasil menyelesaikannya kan? Jadi, tenang. Bukan berarti kita diam saja. Tapi kita menyelesaikannya dengan pikiran yang jernih dan nggak ada tekanan. Sehingga tugasnya pasti bisa dikerjakan dengan maksimal.





Menghindari perasaan benci

Banyak bangeet orang yang menyebalkan di kampus. Aku memang bukan orang baik, tapi aku ingiin banget jadi orang baik. Aku ingin jadi orang suci yang baik pada semua orang. Tapi jadi orang seperti itu tuh, suliiit banget.  Karakter yang berbeda-beda di sekeliling kita membuat kita lelah. Setiap orang kadang suka muncul sifat nyebelinnya termasuk dosen :’D . beberapa waktu lalu aku sediih banget karena UTS aku sulit banget. Aku nggak paham selama ini dosennya nerangin apa. Aku tiba-tiba berkaca-kaca karena kesel sama dosennya.

Setelah aku sadar, aku batalin niat benci sama dosen yang bersangkutan :D. Benci itu nggak bikin kita jadi hebat. Dulu waktu SMA aku nggak suka sama salah satu guru karena aku nggak paham dia jelsin apa. Tau-tau ulangan. Jelek nilainya. Setelah dipikirkan. Mungkin itu kita yang kurang mencoba. Atau kita yang malas baca buku. Guru nggak harus menjelaskan semuanya ,kan? Mungkin kita aja yang bandel ....

Apa hubungannya cerita di atas sama kangen SMA, Rin?


Akhir-akhir ini aku menghubungkan semua peristiwa yang aku alami di kampus dengan peristiwa yang aku alami di SMA. Secara nggak langsung aku kangen SMA.

Iya nggak?

Aku kangen SMA yang meskipun dulu sangatlah malesin, ternyata kuliah lebih malesin lagi hahahah :’). Sangat sedih ketika diharkosin dosen. Beda sekali dengan saat guru tidak masuk.

Aku kangen juga sama temen-temen SMA yang meskipun nggak semuanya aku cocok. Tapi, di kuliah lebih banyak lagi yang nggak cocok.

Aku ingin balik lagi ke SMA dan becanda lagi. Molor dikelas pas lagi nggak ada guru. Nyoba ikutan main tenis meja di lab fisika kaya anak cowok. Atau cobain jajan nggak bayar terus besoknya baru di bayar. Bukan maksudnya bandel, tapi Cuma made memories aja. Pada akhirnya waktu yang terlewat tanpa dimanfatkan,dan hal yang nggak  bisa kita lakuin, Cuma bakal jadi penyesalan .



Buat yang masih di SMA, manfaatkan waktu kalian. Bercandalah denga teman-teman se lucu mungkin tapi jangan keterlaluan sampe nyelakain orang. Bikin kenangan-kenangan indah yang tidak terlupakan, asal bukan hal yang negatif. Buatlah forum bareng temen-temen dengan obrolan yang menarik sehingga bisa dikenang bersama-sama nantinya.  Jangan terlalu mikirin musuh. Jangan mikirin kehidupan orang lain.Hidupkan hidup kamu sendiri dan jadi lah orang paling bahagia sedunia!





Untuk yang masih kangen SMA. Setidaknya kalau nggak bisa balik lagi (emang pada mau?) berkumpul lah dengan teman SMA atau teman-teman dekat dan ceritakan kenangan SMA kalian yang indah itu. Setidaknya ketika bercerita rasa rindunya tersalurkan.Atau kalau nggak bisa ngobrol denga teman SMA atau tentang SMA. Datangi lah sekolah kamu dan lihat lah setiap sudut sambil memutar kembalikejadian apa yang terjadi di sana. Kalau nggak bisa juga. Lihat video, foto dan tulisan di belakang buku catatan kalian. Memang  merindukan sesuatu adalah hal yang sulit :)
Masih kangen SMA?
Sama ~

Salam hangan dari semut merah yang berbaris di dinding
Rinda ~






You Might Also Like

2 komentar

  1. Aku merasa masa SMAku galtot wkw but still it was a precious memories. Ada yg bilang, jila kamu ga bisa jadi murid terpintar, jadilah murid yg bandel. You know i suck at science but at least i was a bit troublemaker. Justru berantemnya SMA itu aku syukuri karna sekarang berguna banget buat hadepin heterogennya kuliah. Aku kangen kalian ih syumpah:')

    BalasHapus
    Balasan
    1. SMA ku itu nano-nano. Sampe sekarang masih mikirin keributan aku dengan teman laki-laki di kelas yang ga ada ujungnya sampai sekarang. It hurts me a lot :). Kerasa ya kuliah heterogen?

      Hapus