From Bandung With Love I : Alun-alun Bandung, Jalan Asia-Afrika, dan Sekitarnya

05.45



Assalamualaikum, citizen!


Aku ingin menambah satu bahasan di blogku. Selain aku membahas tentang kampus, review, dan hal yang kadang nggak penting di ‘Iseng’, aku akan menulis tentang kota yang aku tinggali sekarang. Bandung.





Bandung udah terkenal dari dulu sebagai Paris Van Java, kota kembang, dan sebutan lainnya. Bandung juga terkenal dengan udaranya yang sejuk (tapi sekarang panas pisan), makanannya yang enak, tempat belanja yang keren, dan perempuannya yang cantik-cantik. Dan hapir ke semuanya itu betul. Bandung itu kota yang keren, apalagi setelah Bapak Ridwan Kamil tersayang menjadi Walikota Bandung. Bandung jadi lebih tertata dan ramah untuk semua kalangan. Bandung jadi punya taman dan ruang buat berkumpul warganya. Pada dasarnya orang-orang Bandung itu suka banget kongkow dan ngobrol apa saja, tidak jarang acara kumpul-kumpul dengan rekan sejawat itu bisa menghasilkan sesuatu. Bisnis baru, gagasan baru, band baru, dan hal yang baru-baru lainnya. Bandung terkenal dengan warganya yang kreatif.





Bandung asik banget sekarang. Dan alun-alun bandung jadi sangat asik sekarang. Jalan Asia-Afrika juga jadi hitz banget karena udah rapi dan nyaman untuk jalan-jalan sore.



Di post kali ini aku bakal membahas itu.




Jadi beberapa waktu lalu aku jalan-jalan ke daerah Asia-Afrika dan alun-alun. Dan sebenernya ke braga juga, Cuma aku udah sering banget ke braga. Mau fokus di alun-alun dan jalan asia-afrika. Aku lain kali bakal ngepost soal braga juga.

sempet lewat  braga bahkan parkir di braga citywalk 

Oke, di post ini bakal banyak foto. Semua foto aku ambil sendiri, jadi mohon maklum kalau nggak kaya foto hasil bidikan fotografer. Sejujurnya aku nggak begitu tertarik sama fotografi. Tapi kalau blog nggak pake foto sendiri, nggak asik banget kan? Yah jadi belajar motret juga akhirnya.

Kritik dan saran soal fotoku sangat ditunggu banget. Kalau mau ngajarin apalagi :).











Aku banyak melihatkebahagiaan di foto-foto yang aku ambil. Alun-alun bandung selalu penuh dan hanya kosong ketika matahari sangat terik atau saat subuh (menurut pengamatan orang yang kdang suka lewat sini). Di sepanjang jalan asia afrika juga banyak bangku yang diisi banyak orang. Ada keluarga, cowok-cowok dan gengnya, orang-orang berseragam, ada juga lovers, dan cewek-cewek. Sumpah nyaris segala jenis orang ada di asia afrika dan alun-alun bandung. Kamen rider dan hello kitty aja ada! Dan bisa foto bareng tapi jangan lupa bayar ya. Dan kesamaan dari pengunjung alun-alun bandung adalah, mereka semua bahagia. Padahal kondisinya itu penuh dan hectic. Coba kalau lebih ada space kosong. Pasti lebih nyaman. Tapi, memang sulit juga men dapatkan lahan besar di tengah kota.







Aku mulai start ambil foto dari jalan asia-afrika yang paling timur. Di depan kantor  pajak, kemudian jalan ke arah alun-alun. Setelah dari alun-alun aku melipir ke daerah dalem kaum untuk membeli minum.








Asia-Afrika, dipenuh bangunan bersejarah. Seperti  Savoy Homanyang terkenal, tugu 0 km Bandung, Gedung merdeka, dan sebuah kantor bank yang dulunya pernah menjadi kantor perusahaan otomotif ‘ford’ dan supermarket pertama di bandung. Bangunan-bangunan di jalan Asia-Afrika cenderung masih jadul-jadul lah istilahnya, mereka beralih fungsi ada yang menjadi apotek, bank, kantor surat kabar, ada juga yang jadi minimarket.

supermrket pertama bandung 






Di sebelah Gedung Merdeka jalan sedikit kita bisa menemukan berbagai badut dan orang-orang unik yang bisa diajak foto bareng, selain di sebelah gedung merdeka, di dalem kaum juga ada. Ada kamen rider, elsa’frozen’, hello kitty, doraemon, bapak jokowi juga ada !! Jangan lupa masukan uang ke tempat yang sudah di sediakan.Asik juga kan bisa foto sama elsa’frozen’.




Aku jalan ke alun-alun dan mengurungkan niat buat duduk di sana karena penuh banget. Sumpah deh penuhhh banget. Di alun-alun bandung, kalau mau terjun ke rumput nggak boleh menggunakan alas kaki,tapi disini ada yang jual keresek buat menyimpan sepatu. Di sini juga tidak dibenarkan untuk membawa hewan peliharaan, dan dilarang keras buang sampah sembarangan. Disini banyak penjaga nya. Ada polisi, satpol pp, dan hansip? Atau bukan? Aku nggak tahu pasti sih.









Aku senang sekali bandung punya tempat yang bagus-bagus banget seperti ini. Terimakasih Bapak Ridwan Kamil untuk membuat hal ini nyata. Dan terimakasih warga bandung karena telah memenuhi alun-alun. Melihat kebahagiaan banyak orang, meskipun tempatnya penuh seperti itu, hal itu membuat aku sangat senang juga. Sumpah ya, liatin anak kecil  pada main bubble sama ayahnya dan liat anak kecil ketawa membua hatiku hangat di tengah bandung yang dingin (nggak deng bandung panas).
Saran ku, buat warga bandung atau warga mana saja. Kalau mau bahagia boleh laa datang kesini, melihat orang lain yang bahagia juga. Siapa tahu kan ikut bahagia?










Kadang nggak usah hedon-hedon-an buat bahagia. Menikmati hal yang biasanya Cuma kita lihat selewat (aku sering lewat alun-alun tapi jarang banget mampir. Baru kali ini malah aku nginjek rumput alun-alun!) itu..... sesuatu banget percayalah.

Ini melelahkan juga memang melihat kerumunan.

Tapi, asik.

Sekian dulu dari Rinda.

Ada salam dari alun-alun Bandung buat yang belum sempat kesana...


Rinda~

You Might Also Like

2 komentar

  1. kamu majang poto itu udah ijin belom sama yang punya muka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum dhel, kalau bilang ya... ga asik atuh...

      Hapus