College Talk 12 : Kuliah Umum dan Beasiswa Bakti BCA

10.56


Bapak Jahja Setiaatmadja



Assalamualaikum,


Sudah tahu kan soal Bank BCA?

Kalau dilingkungan aku pribadi, kebanyakan temen-temen adalah nasabah BCA. Orang tua aku juga, aku juga.


Temen-temen juga kan?


Bisa dibilang,kalau bank BCA adalah bank swasta terbesar di Indonesia.



Kenyamanan, keamanan, dan keandalah dalam melayani nasabah adalah komitmen BCA yang bertekad untuk terus menjadi  pemimpin industri perbankan nasional dan berkontribusi besar dalam perekonomian indonesia.



BCA, punya banyak sekali prestasi yang nggak bisa aku sebut satu persatu.Karena prestasi tahun 2016 nya saja satu halaman website. Selain punya banyak prestasi, BCA juga punya banyak program-program sosial. BCA meyakini “Perusahaan akan terus bertumbuh bila masyarakat dimana perusahaan itu berada juga tumbuh bersamanya”.





Program-programnya antara lain adalah Solusi Sinergi BCA, Solusi Cerdas BCA, dan Solusi Bisnis Unggul BCA. Nah, kebetulan aku diundang untuk menghadiri kuliah umum di Aula Barat Institut Teknologi Bandung pada tanggal 9 November kemarin.Kuliah umum tersebut berhubungan dengan program Solusi Cerdas BCA. Selain kuliah umum, ada juga penyerahan donasi beasiswa Bakti BCA tahun ajaran 2016-2017 senilai 300 juta kepada mahasiswa ITB.




Ini adalah salah satu bukti nyata komitmen BCA untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.




Acara dimulai pukul 9 pagi, dibuka dengan pembacaan nota kesepahaman bersama, dilanjutkan dengan sambutan oleh Rektor ITB Bapakk Kadarsah Suryadi, dan barulah kemudian kuliah umum oleh Presiden Direktur BCA Bapak Jahja Setiaatmadja di mulai.



Bapak Kadarsah Suryadi, Rektor ITB





Pada awalnya tema kuliah umumnya adalah “Tren Perbankan dan Persiapan Dunia Kerja”,namun kemudian temanya diganti menjadi lebih santai dan menurut aku, lebih bermanfaat dan nyata. Temanya berubah menjadi “Riwayat Hidup Bapak Jahja Setiaatmadja”. Dalam kuliah umum, bapak Jahja menceritakan penalaman hidupnya dan memberikan aku dan hadirin yang lain pelajaran-pelajaran dalam hidup pak Jahja yang bermanfaat juga untuk kami yang masih mahasiswa dan minim pengalaman.




Dibawah ini aku rangkum kuliah umum beliau, semoga temen-temen juga bisa mendapatkan apa yang aku dapatkan kemarin ;).





Dari kuliah ini, aku tahu ternyata dulu keluarga bapak Jahja bukan keluarga yang bisa dibilang mampu. Beliau juga harus jalan kaki kesekolah saat SD, dan naik kendaraan umum di Sekolah Menengah. Melalui kisah beliau saat hidup susah di masa kecil,beiau ingin menyampaikan bahwa kita senantiasa harus melatih diri sendiri untuk bersyukur.  Ada cerita yang menarik,dimana teman pak Jahja semasa sekolah iseng melempar kerikil kearah pak Jahja dan kena pas di kacamata beliau, setelah itu pak Jahja diperiksa dokter, saat dokter mencoba mengambil serpihan kacamata, dokter tidak sengaja mendapati kalau pak Jahja menderita trachoma yang lebih berbahaya dari serpihan kacamata.






Benar kalau dalam suatu pristiwa, buruk atau pun baik, selalu ada hikmah yang bisa kita ambil.






Pak Jahja juga bercerita soal masa-masa perkuliahan beliau yang penuh pertimbangan ketika memilih jurusan. Pak Jahja dulu berkuliah di jurusan ekonomi di Universitas Indonesia, setelah gagal masuk kedokteran gigi, dan teknik karena terkendala biaya. Tidakada yang menyangka bahwa akhirnya pak Jahja yang merupakan anak IPA menikmati jurusan ekonomi yang identik dengan IPS.



Hidup memang penuh misteri.



Untuk kami yang masih kuliah, pak Jahja mengingatkan untuk aktif di kegiatan ekstrakulikuler, atau organisasi karena dari situ kita bisa belajar tentang leadership yang sangat berguna di dunia kerja. Di masa-masa kuliah, kita harus punya banyak teman, dan pergaulan harus luas untuk membangun sinergi ke depan.



Beliau menyampaikan banyak sekali hal yang bermanfaat soal dunia kerja.



Beliau mengingatkan kami supaya saat nanti mencari pekerjaan jangan mengutamakan materi, justru ilmunya yang harus kita gali. Karir kita di awal adalahinvestasi untuk kedepannya, kita harus terbuka untuk menerima hal baru dan berbagai tantangan di dunia kerja. Anggap hal-hal teresebut adalah investasi untuk karir kita di masa depan. Selain itu, dalam dunia kerja kita harus jadi orang yang di sukai. Maksudnya adalah, kita harus jadi orang yang fleksibel, dimana tidak hanya berbicara, namun juga mendengar. Senantiasa menjaga komunikasi dengan sesama teman dan atasan. Jalin hubungan yang baik dengan orang-orang di lingkungan kerja baik atasan, bawahan, dan rekan-rekan.



Beliau bilang hidup itu harus seimbang,  sukses itu ketika hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan keluarga, kebahagiaan pribadi, materi, dan karir seimbang.



Beliau juga bilang, nggak ada sukses yang instan. Sejatinya, sukses terletak pada prosesnya. Pribahasa juga bilang kita harus berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Justru melalu proses yang panjang, kesuksesan kita akan di akui.



Begitu juga dengan Bank Central Asia yang perjalanan nya panjang. BCA mengalami banyak halmulai dari melayanin nasabah scara manual,hingga sekarang saat teknologi sudah maju dan berbagai inovasi sudah diciptakan.BCA menghadirkan berbagai layanan yang sesuai dengan zaman, mulai dari internet banking hingga Sakuku, namun meskipun banyak hal bisa dilakukan secara mobile, gerai-gerai BCA masih tetap melayani nasabah. Memang dunia ini sudah maju, dan dampaknya sampai kepada industri perbankan termasuk BCA, tetapi BCA tidak mengabaikan relatonship dengan nasabah selain itu kepercayaan nasabah terhadap BCA juga penting.  



 Yah, sama seperti kita. Memang  bisa menghubungi teman via gadget, ketemu langsung lebih nyaman kan?





Setelah sesi tanya jawab, kuliah umum pun selesai. Penutupan nya adalah acara foto bersama para penerima beasiswa. Acara pun selesai. Dan aku membawa pulang berbagai pengalaman hidup Bapak Jahja Setiaatmadja yang pasti akan berguna di kehidupan aku.




Terimakasih BCA karena sudah memberi aku kesempatan hadir.



Salam Hangat~




Rinda ~ 

You Might Also Like

2 komentar

  1. wahh, aku juga pernah ikut test beasiswa BCA tapi yang PPA dan PPTI. Kebetulan aku ikut yang PPTI

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku ingin ikutan tapi selalu udah ditutup baru dapet info. Aku nggak dapet beasiswa, cuma hadir kuliah umumnya aja :')

      Hapus